Wednesday, May 4, 2016

Beberapa Manfaat Dan Keberkahan Zikir Kepada Allah

“Dzikir kepada allah Ta’ala adalah ibadah terbesar dibandingkan ibadah lainnya,” demikian kata Ibn Abbas RA

MENJELASKAN hal ini,  Imam Ghazali dalam kitabnya “Dzikurllah” menulis, “Jika Anda bertanya, kenapa dzikir kepada Allah yang dikerjakan secara samar oleh lisan dan tanpa memerlukan tenaga yang besar menjadi lebih utama dan lebih bermanfaat dibandingkan dengan sejumlah ibadah yang dalam pelaksanaannya banyak mengandung kesulitan?”

Imam Ghazali menjelaskan bahwa dzikir mengharuskan adanya rasa suka dan cinta kepada Allah Ta’ala. Maka tidak akan ada yang mengamalkannya kecuali jiwa yang dipenuhi rasa suka, dan cinta untuk selalu mengingat dan kembali kepada-Nya.

Orang yang mencintai sesuatu akan banyak mengingatnya, dan orang yang banyak mengingat sesuatu (meskipun pada mulanya ini adalah bentu pembebanan) pasti akan mencintainya. Begitu halnya dengan orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala.

Apabila seorang Muslim sampai pada derajat suka berdikir, maka ia tidak akan melakukan erbuatan lain selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Sesuatu yang selain Allah adalah sesuatu yang pasti meninggalkannya saat kematian menjemput. Nah, di sinilah urgensi mengapa setiap jiwa sangat membutuhkan amalan dzikir.

Dengan demikian, apa saja manfaat utama dari amalan yang sampai dibahas secara khusus oleh Imam Ghazali ini?

Pertama, kebahagiaan setelah kematian

Ketika seorang Muslim meninggal dunia, maka harta, istri, anak, dan kekuasaan akan meninggalkannya. Ya, tidak ada lagi yang bersamanya selain dzikir kepada Allah Ta’ala. Saat itulah, amalan dzikir akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi diirnya.

Imam Ghazali memberikan ilustrasi menarik akan hal ini. “Ada orang bertanya, ‘Ia sudah lenyap, lalu bagaimana perbuatan dzikir kepada Allah masih tetap kekal bersamanya?”

Imam Ghazali pun menjelaskan, “Sebenarnya ia tidak benar-benar lenyap, yang juga melenyapkan amalan dzikir. Ia hanya lenyap dari dunia dan alam syahadah, bukan dari alam malakut. Hal ini tertera dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 169-170.”

Kedua, senantiasa diingat oleh Allah Ta’ala

Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala berfirman;

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُواْ لِي وَلاَ تَكْفُرُونِ

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (QS. Al-Baqarah [2]: 152).

Tsabit Al-Banani berkata, “Saya tahu kapan Allah mengingatku.” Orang-orang pun merasa khawatir dengan ucapannya sehingga mereka pun bertanya, “Bagaimana kamu mengetahuinya?” Tsabit menjawab, “Saat aku mengingat-Nya, maka Dia mengingatku.”

Dalam Hadits Qudsi juga disebutkan, “Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku akan bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan kedua bibirnya bergerak karena Aku.” (HR. Baihaqi & Hakim).

Subhanallah, bagaimana kalau Allah yang mengingat diri kita yang dhoif. Bayangkan saja, seorang kepala desa akan sangat senang jika dirinya senantiasa diingat oleh gubernur atau presiden. Bagaimana kalau yang mengingat kita adalah Allah Ta’ala, Rabbul ‘Alamin!

Pantas jika kemudian sahabat Nabi Shallallahu alayhi wasallam, Muadz bin Jabal berkata, “Tidak ada yang disesali oleh penghuni surga selain waktu yang mereka lewatkan tanpa berdzikir kepada Allah Ta’ala.”
Ketiga, diliputi kebaikan demi kebaikan

Seorang Muslim yang senantiasa berdzikir akan senantiasa mendapatkan kebaikan demi kebaikan.

Rasulullah bersabda, “Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari).

Sementara itu hadits yang lain menyebutkan, “Tiada suatu kaum yang berkumpul sambil mengingat Allah dimana dengan perbuatan itu mereka tidak menginginkan apa pun selain diri-Nya, melainkan penghuni langit akan berseru kepada mereka, ‘Bangkitlah, kalian telah diampuni. Keburukan-keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan-kebaikan’.” (HR. Ahmad).

Oleh karena itu, sangat luar biasa kasih sayang Allah kepada umat Islam. Manfaat dzikir yang sedemikian luar biasa bagi kehidupan dunia-akhirat kita senantiasa Allah ulang-ulang di dalam kitab-Nya agar kita terus menerus mengamalkannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْراً كَثِيراً

“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya.”
(QS. Al-Ahzab [33]: 41).

Bahkan saat kita usai sholat pun, Allah tekankan agar kita terus berdzikir kepada-Nya.

فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلاَةَ فَاذْكُرُواْ اللّهَ قِيَاماً وَقُعُوداً وَعَلَى جُنُوبِكُمْ فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً


“Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat, ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring”
(QS. An-Nisa [4]: 103).

Dengan demikian, mari kita upayakan agar muncul rasa suka dan cinta untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya. Karena amalan ini sangat mudah diamalkan dengan manfaat yang sangat luar biasa. Tidak saja menjamin kebaikan di dunia, tetapi juga memastikan kebaikan di akhirat. Semoga Allah anugerahi kita hati yang senantiasa suka, cinta dan rindu untuk selalu berdzikir kepada-Nya. Wallahu a’lam.

Ibnu al-Qoyyim Rahimahullah mengatakan bahwa dzikir memiliki 73 (tujuh puluh tiga) manfaat yaitu:

1. Mengusir setan dan menjadikannya kecewa.

2. Membuat Allah ridha.

3. Menghilangkan rasa sedih,dan gelisah dari hati manusia.

4. Membahagiakan dan melapangkan hati.

5. Menguatkan hati dan badan.

6. Menyinari wajah dan hati.

7. Membuka lahan rezeki.

8. Menghiasi orang yang berdzikir dengan pakaian kewibawaan, disenangi dan dicintai manusia.

9. Melahirkan kecintaan.

10. Mengangkat manusia ke maqam ihsan.

11. Melahirkan inabah, ingin kembali kepada Allah.

12. Orang yang berdzikir dekat dengan Allah.

13. Pembuka semua pintu ilmu.

14. Membantu seseorang merasakan kebesaran Allah.

15. Menjadikan seorang hamba disebut disisi Allah.

16. Menghidupkan hati.

17. Menjadi makanan hati dan ruh.

18. Membersihkan hati dari kotoran.

19. Membersihkan dosa.

20. Membuat jiwa dekat dengan Allah.

21. Menolong hamba saat kesepian.

22. Suara orang yang berdzikir dikenal di langit tertinggi.

23. Penyelamat dari azab Allah.

24. Menghadirkan ketenangan.

25. Menjaga lidah dari perkataan yang dilarang.

26. Majlis dzikir adalah majlis malaikat.

27. Mendapatkan berkah Allah dimana saja.

28. Tidak akan merugi dan menyesal di hari kiamat.

29. Berada dibawah naungan Allah dihari kiamat.

30. Mendapat pemberian yang paling berharga.

31. Dzikir adalah ibadah yang paling afdhal.

32. Dzikir adalah bunga dan pohon surga.

33. Mendapat kebaikan dan anugerah yang tak terhingga.

34. Tidak akan lalai terhadap diri dan Allah pun tidak melalaikannya.

35. Dalam dzikir tersimpan kenikmatan surga dunia.

36. Mendahului seorang hamba dalam segala situasi dan kondisi.

37. Dzikir adalah cahaya di dunia dan ahirat.

38. Dzikir sebagai pintu menuju Allah.

39. Dzikir merupakan sumber kekuatan qalbu dan kemuliaan jiwa.

40. Dzikir merupakan penyatu hati orang beriman dan pemecah hati musuh Allah.

41. Mendekatkan kepada ahirat dan menjauhkan dari dunia.

42. Menjadikan hati selalu terjaga.

43. Dzikir adalah pohon ma’rifat dan pola hidup orang shalih.

44. Pahala berdzikir sama dengan berinfak dan berjihad dijalan Allah.

45. Dzikir adalah pangkal kesyukuran.

46. Mendekatkan jiwa seorang hamba kepada Allah.

47. Melembutkan hati.

48. Menjadi obat hati.

49. Dzikir sebagai modal dasar untuk mencintai Allah.

50. Mendatangkan nikmat dan menolak bala.

51. Allah dan Malaikatnya mengucapkan shalawat kepada pedzikir.

52. Majlis dzikir adalah taman surga.

53. Allah membanggakan para pedzikir kepada para malaikat.

54. Orang yang berdzikir masuk surga dalam keadaan tersenyum.

55. Dzikir adalah tujuan prioritas dari kewajiban beribadah.

56. Semua kebaikan ada dalam dzikir.

57. Melanggengkan dzikir dapat mengganti ibadah tathawwu’.

58. Dzikir menolong untuk berbuat amal ketaatan.

59. Menghilangkan rasa berat dan mempermudah yang susah.

60. Menghilangkan rasa takut dan menimbulkan ketenangan jiwa.

61. Memberikan kekuatan jasad.

62. Menolak kefakiran.

63. Pedzikir merupakan orang yang pertama bertemu dengan Allah.

64. Pedzikir tidak akan dibangkitkan bersama para pendusta.

65. Dengan dzikir rumah-rumah surga dibangun, dan kebun-kebun surga ditanami tumbuhan dzikir.

66. Penghalang antara hamba dan jahannam.

67. Malaikat memintakan ampun bagi orang yang berdzikir.

68. Pegunungan dan hamparan bumi bergembira dengan adanya orang yang berdzikir.

69. Membersihkan sifat munafik.

70. Memberikan kenikmatan tak tertandingi.

71. Wajah pedzikir paling cerah didunia dan bersinar di ahirat.

72. Dzikir menambah saksi bagi seorang hamba di ahirat.

73. Memalingkan seseorang dari membincangkan kebathilan.

Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menjadi pribadi yang selalu membasahi bibir, hati dan laku dengan dzikrullah. Sehingga tak ada lagi waktu dan potensi untuk berkata atau berlaku buruk. Apalagi jika sekedar mengatakan yang tidak bermanfaat, menggunjing sesama atau memfitnah saudara semuslim lainnya.

Kesimpulan :

Ayat Al-Qur’an & Hadits Rasulullah SAW dan keterangan di atas telah cukup agar kita sebagai hamba Allah SWT tidak lalai untuk mengingat apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita sekalian sebagai hamba-hamba-Nya.

Berdzikir berarti salah satu cara bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah SWT kepada hamba-Nya.

Mengingat Allah SWT adalah salah satu tanda terimakasih kita kepada-NYa, sesunguhnya kita tidak bisa menghitung nikmat-nikmat yang telah di berikannya yang terasa maupun yang tak terasa , yang terlihat maupun yang tak terlihat, yang terdengar maupun yang tak terdengar, begitu banyak nikmat yang telah di berikan Allah SWT kepada hambanya yang di jadikan di muka bumi ini seperti para Nabi, Sahabat, Sholihin mereka dijadikan oleh Allah SWT sebagai kekasihnya dikarenakan mereka banyak mengingat-ingat nama-Nya dan mensiarkan agama-Nya.

Maka ajarkan hati kita , dirikita, keluarga kita, anak kita, sahabat kita, dan seluruh manusia untuk mengingat Allah SWT (Berzikir)
Beberapa Manfaat Dan Keberkahan Zikir Kepada Allah Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hana Shidqia
Loading...