Thursday, May 24, 2018

Apakah 10 hal ini boleh dilakukan saat Berpuasa !!

Apakah 10 hal ini boleh dilakukan saat Berpuasa

Ibadah puasa ada dua macam yaitu puasa wajib dan puasa sunnah.  Puasa wajib yang biasa kita kenal adalah puasa Ramadhan. Puasa Ramadhan ini wajib dilakukan oleh setiap muslim pada setiap bulan Ramadhan selama satu bulan penuh, kecuali bagi yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seperti orang yang sakit, ibu hamil, menyusui, sudah tua renta sehingga tidak kuat berpuasa, dan sebagainya. Nah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan puasa tentu kita harus tahu apa saja yang tidak boleh dilakukan saat puasa, apa saja yang membatalkan puasa, atau apa saja yang dilarang saat kita berpuasa dan apa saja yang boleh dilakukan saat puasa.

Apakah 10 hal ini boleh dilakukan saat Berpuasa

1. Berciuman, bagi mereka yang bisa mengendalikan diri.

Banyak orang yang bertanya, “Bolehkah berciuman saat puasa?”. “Apakah berciuman membatalkan puasa?”. “Kalau ciuman apa puasanya batal?”. Ciuman tidak membatalkan puasa bagi yang bisa mengendalikan diri, tapi ciuman antara suami dan isteri yang sah loh ya. Kalau ciuman dengan pacar atau TTM itu berdosa.

Dalam sebuah hadits, Aisyah meriwayatkan, “Nabi mencium dan menyentuhku, padahal beliau sedang berpuasa. Dan beliau adalah orang yang paling bisa menahan diri.” (Muttafaq ‘Alaih).

Madzhab Syafi’i dan Hanafi berpendapat, ciuman makruh bila membangkitkan syahwat seseorang. Namun bila tidak, maka ciuman tidak makruh. Akan tetapi, lebih baik menahan diri dulu untuk tidak ciuman, takutnya ntar ga bisa nahan diri, malah kebablasan. Akhirnya puasanya jadi batal.

2. Memakai obat tetes mata dan celak.

Orang yang sakit mata, boleh memakai obat tetes mata dan itu tidak membatalkan puasanya. Puasanya tetap sah karena mata bukanlah lubang yang terhubung langsung ke rongga perut.

3. Mencebur, renang dan berendam di air.

Mencebur dan berendam ke dalam air, termasuk di dalamnya renang. Kita masih boleh berenang saat berpuasa kalau ada air yang tertelan dan masuk ke dalam perut orang yang sedang berpuasa, maka tidak membatalkan puasa karena air itu tertelan secara tidak sengaja. Puasanya tetap sah. Lain lagi kalau sambil menyelam, minum air. Ya jelas itu tidak boleh dilakukan karena ada unsur kesengajaan, maka puasanya batal alias tidak sah.

4. Infus.

Infus tidak membatalkan puasa. Orang yang berpuasa boleh diinfus untuk memasukkan obat atau asupan makanan dan puasanya tetap sah, karena ia masuk tidak lewat jalan biasanya yakni mulut dan kerongkongan. Tetapi orang yang sakit boleh tidak berpuasa dan menggantinya di hari yang lain.

5. Berbekam.

Nabi Muhammad SAW berbekam saat sedang berpuasa. Kecuali, jika bekam tersebut menyebabkan orang yan berpuasa menjadi lemah. Jika demikian, ia makruh berbekam.

6. Berkumur dan memasukkan air ke hidung saat berwudhu.

Hanya saja, keduanya makruh bila dilakukan secara berlebihan. Nabi Muhammad bersabda, “Lakukanlah dengan sungguh-sungguh bia engkau beristinsyaq (memasukkan air ke hidung). Kecuali, jika engkau sedang berpuasa.” (HR. Ashabus Sunan).

7. Perbuatan yang tidak bisa dihindari.

Hal-hal yang tidak bisa dihindari tidak membatalkan puasa, seperti menelan ludah, mencium aroma masakan, menghirup debu jalanan, mencium aroma minyak wangi, dan sebagainya yang memang sulit untuk dihindari.

8. Makan, minum dan bersetubuh di malam hari saat bulan Ramadhan.

Bagi yang sudah bersuami atau beristeri, masih tetap bisa menyalurkan hasratnya selama bulan Ramadhan. Hubungan suami isteri tetap boleh dilakukan selama puasa Ramadhan mulai terbenamnya matahari (maghrib) sampai terbitnya fajar (shubuh). Kalau dilakukan oleh bukan suami-isteri yang sah, maka itu termasuk zina dan tidak boleh dilakukan baik saat siang maupun malam hari di dalam bulan puasa atau di bulan lainnya.

9. Mandi junub setelah shubuh.

Orang yang berpuasa kemudian ia dalam kondisi junub, tidak harus mandi junub saat malam hari, ia boleh menunda mandi sampai setelah adzan shubuh. Namun, perlu diperhatikan, jangan mandi terlalu siang sampai matahari terbit, sehingga waktu shalat shubuh telah habis.

10. Menunda mandi besar untuk wanita yang haid atau nifas.

Bagi wanita yang dalam kondisi haid atau nifas, kemudian darah haid atau nifasnya berhenti pada malam hari, maka ia boleh menunda mandi besar sampai datangnya shubuh. Setelah shubuh ia boleh mandi kemudian melaksanakan shalat shubuh dan ia wajib untuk berpuasa pada hari itu. (IMN/Aqoid.com)

Apakah 10 hal ini boleh dilakukan saat Berpuasa !! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hana Shidqia
Loading...