Saturday, August 25, 2018

Penangkapan Bandar Narkoba di Blitar Bukti Bisnis Narkoba Menggurita

Penangkapan Bandar Narkoba di Blitar Bukti Bisnis Narkoba Menggurita

Status Indonesia darurat narkoba hingga hari ini masih lekat dengan negeri ini. Bagaimana tidak? Dari tahun ke tahun, bulan ke bulan, minggu ke minggu selalu saja ada kasus penyalahgunaan narkoba. Mulai dari kasus penangkapan bandar narkoba hingga pecandu narkoba.

Di Blitar, belum lama ini, tepatnya 5 Juli 2018 lalu bandar besar pil koplo asal Desa Slorok, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi. Dari tangan terduga pelaku, polisi mengamankan 27.315 butir pil koplo.

Tak jauh dari Blitar, di Nganjuk juga mengalami hal serupa. Pada Maret 2018 silam, Tim khusus Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Nganjuk meringkus seorang wanita muda berinisial N, 26 tahun, asal Desa Mrayan, Kecamatan Ngayun, Kabupaten Ponorogo dengan barang bukti sabu-sabu seberat 5,82 gram

Bandar Narkoba di Blitar

Alasan keuntungan besar menjadikan bisnis narkoba kian diminati meskipun sudah diketahui bahwa narkoba terlarang dan haram. Pelaku bandar narkoba di Blitar mengaku mendapatkan paket pil koplo seharga Rp 660.000 untuk 1000 butir dan dia menjualnya kembali seharga Rp 1.000.000 atau Rp 1000 per butir.

Keuntungan besar yang diraup dengan waktu cepat cukup menggiurkan. Harga yang mudah dijangkau menjadikan bisnis pil koplo ini memiliki target anak-anak sekolah sebagai sasaranya. Meskipun banyak kampanye tolak narkoba, bandar-bandar ditangkap, pecandu direhabilitasi namun bisnis haram ini tetap saja ada dan bahkan menggurita.

Bukan hanya pengedar dan bandar yang semakin besar, pecandu narkoba pun juga meningkat. Maraknya penyalahgunaan narkoba di tengah-tengah masyarakat membuktikan bahwa tingkat permintaan dan produksi barang haram ini masih tinggi. Semakin menjamurnya narkoba menunjukkan bahwa supplier narkoba di negeri ini masih besar dan sulit untuk diberangus.

Maraknya kasus narkoba ini tak lepas dari pandangan hidup manusia saat ini. Pandangan hidup manusia saat ini adalah sekuler kapitalis. Sekuler artinya meniadakan agama dalam segala aspek peraturan hidup, agama tak lebih hanya dijadikan sebagai ibadah ritual di masjid-masjid.

Akibat paham sekuler inilah maka gaya hidup manusia menjadi bebas dan semaunya (baca: liberal). Manusia tidak lagi melihat apakah perbuatan yang dilakukannya halal atau haram, yang dipentingkan hanya bagaimana bisa meraup keuntungan sebesar-besarnya.

Manusia tidak lagi mempedulikan apakah bisnis yang dijalankan nya merusak generasi atau tidak. Bagi penganut sekuler-kapitalis, hidup bahagia adalah ketika keinginan-keinginan materi dapat diraih.

Memutus rantai narkoba tidak bisa jika hanya mengandalkan benteng individu masyaraka saja dan di sinilah peran pemerintah dibutuhkan. Pemerintah hendaknya memutus rantai narkoba bukan hanya di level akar rumput namun juga perlu ada keberanian menghentikan impor narkoba skala massive yang dilakukan oleh para mafia. Pemerintah perlu serius menjaga nasib generasi bangsa dengan langkah strategis dari hulu hingga ke hilir. Wallahu’alam [Kaffah.Net]

*Anggota Help-S Muslimah Jatim
Oleh : Yuchyil Firdausi, S. Farm., Apt*
Penangkapan Bandar Narkoba di Blitar Bukti Bisnis Narkoba Menggurita Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hana Shidqia

0 comments:

Post a Comment

Loading...