Friday, September 7, 2018

Begini Kisah Hijrah Pimpinan Wilayah Bank Muamalat Sulampua

Begini Kisah Hijrah Pimpinan Wilayah Bank Muamalat Sulampua

Pimpinan Bank Muamalat Wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua, Ahmad S Ilham ikut berbagi kisah pada talkshow Makassar Berhijrah bertema "Hanya Singgah Sebentar". Acara ini berlangsung di Masjid Al Markaz Al Islami, Jumat sore (7/9/2018).

Ahmad S Ilham tampil bareng dua aktor yang sudah berhijrah, Teuku Wisnu dan Mario Irwinsyah. Talkshow tersebut dipandu moderator Andri, mantan salah satu manajer di Mayora yang kini juga sudah mantap berhijrah.

"Saya sebenarnya grogi berbicara di depan Teuku Wisnu dan Mario Irwinsyah. Saya belum berjenggot. Tiap pagi rajin bercukur. Tapi kalau lima hari tidak bercukur, bisa bersaing lah," kata Ilo, sapaan Ahmad S Ilham, memulai pembicaraan.

Pimpinan Bank Muamalat Wilayah Sulampua, Ahmad S Ilham.

Dalam kesempatan itu, Ilo menceritakan pengalamannya berkarier di bank konvensional. Dia pernah bekerja pada empat bank konvensional. Terakhir di Bank Permata sebelum pindah ke Bank Muamalat.

Sebelum ke Muamalat, dia sempat ditawari oleh dua bank. Maybank milik Malaysia dan Bank Muamalat. Dia lalu berkonsultasi dengan kedua orang tuanya. Ternyata, orang tuanya menyarankan di Bank Muamalat.

Ketika masih di bank konvensional, Ilo merasakan suasana ketika menjadi minoritas. "Ketika sedang meeting, saya pergi salat. Saya bertiga. Setelah salat, ternyata meeting masih berlangsung," katanya.

Dalam salat itu, kata pengurus Masjid Al Markaz Al Islami itu, dirinya merasa was-was. Khawatir ada telepon dari pimpinan saat sementara salat.

"Setelah di Muamalat, kami salat, itu yang paling utama. Bekerja di antaranya," kata Ilo yang juga ketua umum IKA SMAN Tanete, Bulukumba.

Kepindahannya ke Bank Muamalat berawal dari sebuah usaha kecil-kecilan yang dia geluti. Seorang kakak kelasnya kemudian terus mengganggunya dan meminta agar berhenti dari usaha itu. Katanya riba.

"Katanya, setiap satu dinar yang dihasilkan sama dengan berzina 36 kali dan yang dizinahi adalah ibu kandung," tutur Ilo.

Setelah banyak berkomunikasi dengan komunitas Sahabat Hijrah Makassar, Ilo mengaku senang. Girah generasi muda di Makassar untuk hijrah tergolong luar biasa. Dia membayangkan ke depan, generasi muda akan jauh lebih Islami.

Saat ini, wanita yang tidak berhijab di ruang-ruang publik sudah menjadi pemandangan aneh. Para pemuda juga semakin banyak yang tidak isbal. Celananya umumnya berada di atas mata kaki.

"Kalau ditanya apakah saya hijrah? Saya bilang saya on going. Paling tidak, saya berusaha untuk salat dan berusaha tidak ada dosa," tutupnya.
Begini Kisah Hijrah Pimpinan Wilayah Bank Muamalat Sulampua Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hana Shidqia

0 comments:

Post a Comment

Loading...