Saturday, September 15, 2018

Konflik Palestina vs Israel : Penutupan Desa Khan al-Ahmar oleh Pasukan Israel

Penutupan Desa Khan al-Ahmar oleh Pasukan Israel

Pasukan Israel telah menutup semua jalan menuju Desa Bedouin di Tepi Barat yaitu area yang sekarang ditempati dan desa tersebut terancam akan dibongkar. Jumat (14/9) kemarin Mahkamah Agung Israel memberikan lampu hijau bagi tentara Israel untuk membongkar Desa Khan al-Ahmar dan mengusir 180 penduduknya yang berada di permukiman ilegal.

Abdullah Abu Rahma, pejabat lokal Palestina, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa buldoser tentara Israel telah memblokir semua jalan menuju desa, yang terletak di dekat Timur  Yerusalem dengan gundukan besar tanah. Sedangkan itu di sisi lain puluhan penduduk lokal dan aktivis solidaritas berusaha menjaga agar jalan tetap terbuka.

Penutupan Desa Khan al-Ahmar oleh Pasukan Israel

Pasukan Israel terus membongkar gubuk-gubuk metal yang telah didirikan oleh para aktivis yang memprotes rencana pembongkaran. Berdasarkan keterangan dari reporter Al Jazeera, Harry Fawcett yang melaporkan dari desa Khan al-Ahmar bahwa selain melakukan pembongkaran mereka juga mendirikan gerbang gerbang besi, semacam penghalang semi permanen, yang dapat dibuka dan ditutup sesuka hati. Diperkirakan pagi ini adalah persiapan terakhir menjelang pembongkaran ini.

Rencana Israel untuk menghancurkan desa dan merelokasi penduduknya telah dikritik oleh pihak Palestina dan mendapatkan kecaman internasional. Pada hari Kamis, Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi yang menyerukan keputusan Israel untuk menghancurkan Khan al-Ahmar dan dengan paksa menghapus penduduknya merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional.

Petisi untuk membalikkan perintah pembongkaran ditolak oleh pengadilan tinggi Israel, yang setuju dengan pemerintah Israel yang mengatakan bahwa desa tersebut telah dibangun tanpa izin yang tepat. Sedangkan dari pihak warga Palestina mengatakan bahwa izin bangunan yang diperlukan tidak memungkinkan untuk didapatkan.

Penduduk desa adalah anggota suku Bedouin Jahalin yang perah diusir dari tanah mereka di gurun Naqab (Negev) oleh militer Israel pada 1950-an. Mereka mengungsi dua kali lebih banyak sebelum mereka menetap di Khan al-Ahmar, jauh sebelum pemukiman ilegal di sekitarnya ada.

Komunitas kecil dari 40 keluarga tinggal di tenda-tenda dan gubuk-gubuk diklasifikasikan oleh Persetujuan Oslo 1993 sebagai Area C, yang menyumbang 60 persen dari Tepi Barat dan berada di bawah kendali administrasi dan keamanan total Israel.

Pemerintah Israel berharap dengan mengusir 10.000 warga Bedouin dari Zona E1, yang duduk di 15 sq km tanah di Yerusalem Timur, dapat membuat jalan bagi pembuatan pemukiman baru khusus Yahudi  yang menghubungkan Yerusalem ke pemukiman ilegal Maale Adumim .

Aktivis mengatakan bahwa pembangunan permukiman lanjutan di daerah itu pada akhirnya akan membagi Tepi Barat yang diduduki menjadi dua, yang memupus harapan pembuatan solusi permasalahan kedua negara.

Berdasarkan keterangan dari Fawcett setelah kembali dari Khan al-Ahmar menjelaskan bahwa rencana Israel adalah untuk memindahkan warga desa ke kota satelit di pinggiran timur Yerusalem Timur yang telah diduki sebelumnya bernama Abu Dis. (RC)

Konflik Palestina vs Israel : Penutupan Desa Khan al-Ahmar oleh Pasukan Israel Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Hana Shidqia

0 comments:

Post a Comment

Loading...